Jumat, 03 Februari 2012

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Part 2

May 23, 2010 No Comments by


Vitamin
Wanita hamil membutuhkan lebih banyak vitamin dibanding sebelum hamil. Kebutuhan vitamin diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.
Kebutuhan vitamin antara lain meliputi:
  1. Asam folat.
  2. Vitamin A.
  3. Vitamin B.
  4. Vitamin C.
  5. Vitamin D.
  6. Vitamin E.
  7. Vitamin K.

Asam Folat
Asam folat merupakan vitamin B yang memegang peranan penting dalam perkembangan embrio. Asam folat juga membantu mencegah neural tube defect, yaitu cacat pada otak dan tulang belakang. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan kehamilan prematur, anemia, cacat bawaan, bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR), dan pertumbuhan janin terganggu. Kebutuhan asam folat sekitar 600-800 miligram. Menurut Widyakarya Pangan dan Gizi VI 2004 menganjurkan mengkonsumsi asam folat sebesar 5 mg/kg/hr (200 mg). Asam folat dapat didapatkan dari suplemen asam folat, sayuran berwarna hijau, jeruk, buncis, kacang-kacangan dan roti gandum.
Vitamin A
Vitamin A mempunyai fungsi untuk penglihatan, imunitas, pertumbuhan dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Sumber vitamin A antara lain: buah-buahan, sayuran warna hijau atau kuning, mentega, susu, kuning telur dan lainnya.
Vitamin B
Vitamin B banyak sekali macamnya, antara lain: vitamin B1, vitamin B2, niasin dan asam pantotenat yang dibutuhkan untuk membantu proses metabolisme. Vitamin B6 dan B12 diperlukan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah. Sedangkan vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino.
Vitamin C
Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan dibutuhkan untuk membentuk kolagen serta menghantarkan sinyal ke otak. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi di dalam tubuh. Ibu hamil disarankan mengkonsumsi 85 miligram per hari. Sumber vitamin C didapat dari tomat, jeruk, strawberry, jambu biji dan brokoli.
Vitamin D
Vitamin D berfungsi mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan kalsium dan fosfor, mineralisasi tulang dan gigi serta mencegah osteomalacia pada ibu. Sumber vitamin D terdapat pada ssusu, kuning telur dan dibuat sendiri oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari.
Vitamin E
Vitamin E berfungsi pada pertumbuhan sel dan jaringan serta integrasi sel darah merah. Selama kehamilan, dianjurkan mengkonsumsi 2 miligram per hari.
Vitamin K
Kekurangan vitamin K dapat mengakibatkan gangguan perdarahan pada bayi. Pada umumnya, kekurangan vitamin K jarang terjadi.
Mineral
Hampir sama dengan vitamin, pada wanita hamil membutuhkan lebih banyak mineral dibanding sebelum hamil. Kebutuhan mineral diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.
Kebutuhan mineral antara lain meliputi:
  1. Zat besi.
  2. Zat seng (zinc).
  3. Kalsium.
  4. Yodium.
  5. Fosfor.
  6. Fluor.
  7. Natrium.
Zat Besi (Fe)
Kebutuhan zat besi akan meningkat 200-300 miligram dan selama kehamilan yang dibutuhkan sekitar 1040 miligram. Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh. Selain itu, penting untuk pertumbuhan dan metabolisme energi dan mengurangi kejadian anemia. Defisiensi zat besi akan berakibat ibu hamil mudah lelah dan rentan infeksi, resiko persalinan prematur dan berat badan bayi lahir rendah.
Untuk mencukupi kebutuhan zat besi, ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi 30 miligram tiap hari. Efek samping dari zat besi adalah konstipasi dan nausea (mual muntah). Zat besi baik dikonsumsi dengan vitamin C, dan tidak dianjurkan mengkonsumsi bersama kopi, the, dan susu. Sumber alami zat besi dapat ditemukan pada daging merah, ikan, kerang, unggas, sereal, dan kacang-kacangan.
Zat Seng (Zinc)
Zat seng digunakan untuk pembentukan tulang selubung syaraf tulang belakang. Resiko kekurangan seng menyebabkan kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Kebutuhan seng pada ibu hamil sekitar 20 miligram per hari. Sumber makanan yang mengandung seng antara lain: kerang, daging, kacang-kacangan, sereal.
Kalsium
Ibu hamil membutuhkan kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi, membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi, serta mengantarkan sinyal syaraf, kontraksi otot dan sekresi hormon. Kebutuhan kalsium ibu hamil sekitar 1000 miligram per hari. Sumber kalsium didapat dari ikan teri, susu, keju, udang, sarden, sayuran hijau dan yoghurt.
Yodium
Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi yodium sekitar 200 miligram dalam bentuk garam beryodium. Kekurangan yodium dapat menyebabkan hipotirodisme yang berkelanjutan menjadi kretinisme.
Fosfor
Fosfor berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin serta kenaikan metabolisme kalsium ibu. Kekurangan fosfor akan menyebabkan kram pada tungkai.
Fluor
Fluor diperlukan tubuh untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Kekurangan fluor menyebabkan pembentukan gigi tidak sempurna. Fluor terdapat dalam air minum.
Natrium
Natrium berperan dalam metabolisme air dan bersifat mengikat cairan dalam jaringan sehingga mempengaruhi keseimbnagan cairan tubuh pada ibu hamil. Kebutuhan natrium meningkat seiring dengan meningkatnya kerja ginjal. Kebutuhan natrium ibu hamil sekitar 3,3 gram per minggu.
Referensi
docstoc.com/docs/16106147/Gizi-ibu-hamil diunduh 21 Mei 2010, 09:30 PM
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
gizikuseimbang.blogspot.com/2009/03/gizi-seimbang-bagi-wanita-hamil.html diunduh 21 Mei 2010, 06:46 PM
lenteraimpian.wordpress.com/2010/03/17/gizi-seimbang-ibu-hamil/ diunduh 22 mei 2010, 12:21 AM
www.scribd.com/doc/6223587/Kebutuhan-Zat-Gizi-Sepanjang-Daur-Kehidupan-Manusia diunduh 21 Mei 2010, 06:49 PM
Sophia, E. 2009. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil. medicastore.com/artikel/268/Kebutuhan_Gizi_Ibu_Hamil.html diunduh 21 Mei 2010, 09:21 PM
Wiryo, H. 2002. Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil dan Menyusui dengan Bahan Makanan Lokal. Jakarta: Sagung Seto.

Kata Kunci

kebutuhan kalsium ibu hamil, imunitas seluler, makalah tentang gizi ibu hamil, fungsi vitamin a untuk ibu nifas, zat seng, proses mineralisasi tulang dan gigi, kebuhan zat gizi ibu nifas, mineralisasi tulang dan gigi, kebutuhan vitamin a pada ibu nifas, hipokalsemia, kebutuhan vitamin pada ibu masa nifas, kebutuhan zat besi ibu hamil, vitamin e untuk ibu menyusui, manfaat sodium untuk ibu hamil, PENTINGNYA VITAMIN A BAGI IBU NIFAS, manfaat vit K untuk ibu hamil, pengertian pentingnya zat besi bagi ibu nifas, pengertian fosfor, manfaat vitamin a pada ibu nifas, osteomalacia pada ibu, manfaat zat besi dan vitamin A bagi ibu nifas, nutrisi ibu hamil gigi, manfaat zat besi pada ibu nifas, mineralisasi kalsium tulang dan gigi, mineralisasi kalsium pada ibu hamil.

Menu Seimbang untuk Ibu Hamil


Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Kebutuhan nutrien akan meningkat selama hamil, namun tidak semua kebutuhan nutrien meningkat secara proporsional.
Hal yang perlu diperhatikan ibu hamil dalam mengatur menu makanan selama hamil, antara lain:
  1. Menghindari mengkonsumsi makanan kaleng, makanan manis yang berlebihan, susu berlemak dan makanan yang sudah tidak segar.
  2. Ibu hamil sebaiknya makan teratur sedikitnya tiga kali sehari.
  3. Hidangan yang tersusun dari bahan makanan bergizi.
  4. Mempergunakan aneka ragam makanan yang ada.
  5. Memilih dan membeli berbagai macam bahan makanan yang segar.
  6. Mengurangi bahan makanan yang banyak mengandung gas, seperti sawi, kool, kubis dan lain-lain.
  7. Mengurangi bumbu yang merangsang, seperti pedas, santan kental.
  8. Menghindari merokok dan minum-minuman keras.

Pada dasarnya menu makanan untuk ibu hamil, tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada kesulitan dalam pengaturan menu selama hamil.
Bahan makanan yang dianjurkan dikonsumsi dalam sehari, antara lain:
Porsi
Roti, serealia, nasi dan mie6 piring/porsi
Sayuran3 mangkuk
Buah4 potong
Susu, yoghurt dan atau keju2 gelas
Daging, ayam, ikan, telur dan kacang-kacangan3 potong
Lemak, minyak5 sendok teh
Gula2 sendok makan
Kebutuhan makanan ibu hamil per hari (sumber: Widya Karya Pangan dan Zat Gizi Indonesia)
Jumlah yang Dibutuhkan
Jenis Zat Gizi
Sumber zat tenaga (karbohidrat)10 porsi nasi/pengganti
2 sdm gula
4 sdm minyak goreng
Karbohidrat
Sumber zat pembangun dan mineral7 porsi terdiri dari:
2 ptg ikan/daging, @ 50 gr
3 ptg tempe/tahu, @50-75 gr
1 porsi kacang hijau/merah
Protein, vitamin
Sumber zat pengatur7 porsi terdiri dari :
4 porsi sayuran berwarna @ 100 gr
3 porsi buah2an @ 100 gr
Vitamin dan mineral
Susu2-3 gelasKarbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral
Contoh menu makanan dalam sehari bagi ibu hamil
Bahan Makanan
Porsi Hidangan Sehari
Jenis Hidangan
Nasi5 + 1 porsiMakan pagi: nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/daging 1 potong sedang (40 gram), tempe 2 potong sedang (50 gram), sayur 1 mangkok dan buah 1 potong sedang
Sayuran3 mangkuk
Buah4 potong
Tempe3 potongMakan selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Daging3 potong
Susu2 gelasMakan siang: nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi
Selingan: susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Makan malam: nasi 2,5 porsi (250 gram) dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi/siang
Selingan: susu 1 gelas
Minyak2 gelas
Gula2 sendok makan
Menu di atas dapat divariasikan dengan bahan makanan penggantinya, sebagai berikut:
JenisBahan Makanan Pengganti
1 porsi nasi (100 gram)Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 2 biji sedang (210 gram), kue kering 5 buah besar (50 gram), mie basah 2 gelas (200 gram), singkong 1 potong besar (210 gram), jagung biji 1 piring (125 gram), talas 1 potong besar (125 gram), ubi 1 biji sedang (135 gram)
1 potong sedang ikan (40 gram)1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri kering (20 gram), 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40 gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram), 1 butir telur ayam negeri (55 gram), 1 potong daging sapi (35 gram), 10 biji bakso sedang (170 gram) dan lainnya
1 mangkuk (100 gram) sayuranBuncis, kol, kangkung, kacang panjang, wortel, labu siam, sawi, terong dan lainnya.
1 potong buah1 potong besar papaya (110 gram), 1 buah pisang (50 gram), 2 buah jeruk manis (110 gram), 1 potong besar melon (190 gram), 1 potong besar semangka (180 gram), 1 buah apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), 1/4 buah nenas sedang (95 gram), 3/4 buah mangga besar (125 gram), 9 duku buah sedang (80 gram), 1 jambu biji besar (100 gram), 2 buah jambu air sedang (110 gram), 8 buah rambutan (75 gram), 2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji nangka (45 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram), dan lainnya.
2 potong sedang tempe (50 gram)Tahu 1 potong besar (110 gram), 2 potong oncom kecil (40 gram), 2 sendok makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok makan kacang kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang tanah (15 gram), 1,5 sendok makan kacang mete (15 gram), dan lainnya.
1 gelas susu sapi (20 cc)4 sendok makan susu skim (20 gram), 2/3 gelas yogurt non fat (120 gram), 1 potong kecil keju (35 gram), dan lainnya.
Minyak kelapa 1 sendok the (5 gram)avokad 1/2 buah besar (60 gram), 1 potong kecil kelapa (15 gram), 2,5 sendok makan kelapa parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram), dan lainnya.
Gula pasir 1 sendok makan (13 gram)1 sendok makan madu (15 gram)
Referensi
docstoc.com/docs/16106147/Gizi-ibu-hamil diunduh 21 Mei 2010, 09:30 PM
Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
lenteraimpian.wordpress.com/2010/03/17/gizi-seimbang-ibu-hamil diunduh 22 mei 2010, 12:21 AM
Wiryo, H. 2002. Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil dan Menyusui dengan Bahan Makanan Lokal. Jakarta: Sagung Seto.

Kata Kunci

Air Putih Untuk Bayi




Bayi Anda menghisap jempol setelah selesai menyusu, cegukan atau air susu ibu kurang. Perlukah bayi Anda diberikan tambahan air putih?
Para ilmuwan dari John Hopkins Children’s Center di Baltimore, Amerika Serikat mengingatkan kepada para orang tua untuk tidak memberikan air putih pada bayi berusia di bawah enam bulan. Mengapa?
Seorang ahli kegawatdaruratan anak dari John Hopkins Children’s Center, dr. Jennifer Anders, mengatakan ginjal bayi belum matang atau belum berkembang secara sempurna. Ginjal bayi tidak mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga menyebabkan timbunan air dalam tubuh yang dapat membahayakan bayi. Kelebihan pemberian air putih dapat melarutkan natrium (sodium) dalam darah dan akan dikeluarkan tubuh. Kehilangan natrium juga dapat mempengaruhi aktivitas otak.
Cairan yang diperlukan untuk diminum bayi ketika haus adalah air susu ibu atau susu formula. Kebutuhan bayi akan air putih sebenarnya sudah terpenuhi sewaktu bayi menyusu ASI atau minum susu formula. Kedua jenis susu tersebut sebagian besar bahannya adalah air. Namun demikian, susu formula tidak direkomendasikan bagi bayi selama ibu masih bisa memberikan ASI. Pemberian susu formula dengan pengenceran yang salah dapat menyebabkan gangguan gizi pada bayi, baik gizi lebih maupun gizi kurang.
Menurut Walker, pemberian air putih bagi bayi harus dihindari, bahkan cairan kaya elektrolit yang dikhususkan untuk bayi juga tidak direkomendasikan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh sehari-hari.
Alasan sebagian besar dokter anak untuk tidak menyarankan pemberian air putih pada bayi karena air putih dapat dengan mudah membuat perut bayi menjadi penuh.
Gejala awal dari intoksikasi air atau keracunan air adalah iritabilitas (bayi merengek-rengek), mengantuk dan mengalami perubahan mental lainnya. Gejala lain adalah menurunnya suhu tubuh (hipotermi), edema atau bengkak di sekitar wajah, dan kejang.
Orang tua sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli anak dalam pemberian air putih. Pada kasus tertentu, pemberian air putih dalam jumlah kecil mungkin tepat. Misalnya dalam keadaan konstipasi dan saat cuaca panas. Pemberian air pada bayi hanya diperbolehkan satu hingga dua ons (satu sendok makan) air pada setiap pemberiannya.
Lalu kapan air putih dapat diberikan pada bayi?
Air putih dapat diberikan pada bayi, setelah usia enam (6) bulan atau ketika bayi telah dikenalkan makanan padat (makanan pendamping ASI). Pemberian air putih sebaiknya menggunakan cangkir. Cangkir merupakan pilihan terbaik daripada dot/ botol. Hal ini dikarenakan, ketika pemberian minum dengan dot/botol menyebabkan bayi dapat menerima terlalu banyak air.
Referensi
Apakah Bayi Perlu Minum Air Putih?. evionbaby.com/apakah-bayi-perlu-minum-air-putih Diunduh 22 Agustus 2010, Pk. 05:06 PM
Giving Water To Baby- Is It Necessary? homemade-baby-food-recipes.com/giving-water-to-baby.html Diunduh 22 Agustus 2010, Pk. 06:28 PM
Herdiana, R. 2009. Minum Air Putih Dapat Berbahaya Bagi Bayi. kesehatan.liputan6.com/info/200908/240215/Minum.Air.Putih.Dapat.Berbahaya.bagi.Bayi Diunduh 22 Agustus 2010, Pk. 05:04 PM
hopkinschildrens.org
Pitman, T. 2000. Water For Babies. todaysparent.com/baby/foodnutrition/article.jsp?content=1240 Diunduh 22 Agustus 2010, Pk. 06:31 PM
Ramitha, V. 2008. Air Putih Tidak Baik Bagi Bayi. inilah.com/form/gaya-hidup/2008/05/26/30106/air-putih-tidak-baik-untuk-bayi/ Diunduh 22 Agustus 2010, Pk. 05:05 PM
2008. Terlalu Banyak Air Putih Bagi Bayi Meningkatkan Resiko Kejang. tanyadokter.com/newsdetail.asp?id=1000399 Diunduh 22 Agustus 2010, Pk. 05:03 PM
Kata Kunci
gizi, hipotermi, air putih untuk bayi, pemberian air putih pada bayi, manfaat air putih untuk bayi, Air putih bagi bayi, manfaat air putih bagi bayi, air putih buat bayi, bayi dan air putih, perlukah bayi minum air putih, bayi minum air putih, manfaat air putih buat bayi, hipetermi, air putih untuk balita, waktu yang tepat memberikan air putih pada bayi, manfaat minum air putih pada bayi, bayi air putih, air mineral untuk bayi, hipotermi pada bayi, manfaat air putih untuk bayi 8 bulan, Manfaat air putih untuk bayi 4 bulan, kebutuhan bayi akan air, kegunaan air putih buat bayi 8 bulan, Manfaat air putih untuk anak, Khasiat air putih untuk bayi.

kebutuhan gizi ibu hamil

Aug 2, '11 5:00 AM
for everyone


KALORI (ENERGI)
  • Nasi
  • Pasta
  • Roti
  • Cereal yang sudah difortifikasi
   
Fungsi Energi:

  1. Pertumbuhan Janin
  2. Pembentukan plasenta, pembuluh darah & jaringan yang baru
  3. Sebagai tenaga untuk proses metabolisme jaringan baru

PROTEIN

     Produk Hewani
  • Daging
  • Ikan
  • Telur
  • Susu
  • Keju
  • Dan hasil laut lainnya
    Produk Nabati
  • Kacang-kacangan
  • Biji-bijian
  • Tempe
  • Tahu
  • Oncom
  • etc
Fungsi Protein: Pertumbuhan jaringan pada janin (75 gr / hari)

ASAM FOLAT
  • Sayuran berwarna hijau: Bayam, Asparagus
  • Jus Jeruk
  • Buncis
  • Kacang-kacangan
  • Roti Gandum
  • Daging tanpa lemak
  • Hati
Fungsi Asam Folat (600 mg / hari):
  1. Perkembangan embrio
  2. Membantu mencegah neural tube defect (cacat pada otak & tulang belakang)
  3. Kekurangan Folat dapat menyebabkan kelahiran bayi prematur

ZAT BESI
  • Daging merah
  • Ikan
  • Unggas
  • Sereal sarapan yang telah difortifikasi zat besi
  • Kacang-kacangan
Fungsi Zat Besi (27 mg / hari):
  1. Memproduksi hemoglobin (protein di sel darah merah yang berperan mengikat & membawa oksigen ke seluruh tubuh)
  2. Sebagai pasokan darah bayi
  3. Jika kekurangan zat besi, ibu mudah lelah & rentan infeksi & bayi prematur

ZAT SENG (ZINC)
  • Daging Merah
  • Gandum Utuh
  • Kacang-kacangan
  • Polong-polongan
  • Sereal sarapan yang telah difortifikasi
Fungsi Zat Seng (25 mg / hari): mengurangi kemungkinan bayi lahir prematur


KALSIUM

  • Susu
  • Keju
  • Yogurt
  • Ikan Teri
Fungsi Kalsium (1000 mg / hari):
  1. Untuk menguatkan tulang - gigi ibu & bayi.
  2. Membantu pembuluh darah berkontraksi & berdilatasi
  3. Untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot, & sekresi hormon

VITAMIN C

  • Tomat
  • Jeruk
  • Brokoli
  • Strawberry
  • Buah Kiwi
  • Jambu Biji
  • etc
Fungsi Vitamin C (85 mg / hari):
  1. Merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan
  2. Untuk membentuk kolagen
  3. Mengantarkan sinyal kimia di otak
  4. Membantu penyerapan zat besi dalam tubuh

VITAMIN A
  • Buah-buahan & sayuran berwarna hijau atau kuning
  • Mentega
  • Susu
  • Kuning Telur
  • etc
Fungsi Vitamin A:
  1. Penglihatan
  2. Imunitas
  3. Pertumbuhan & perkembangan embrio
Sumber: http://medicastore.com/artikel/268/Kebutuhan_Gizi_Ibu_Hamil.htm